BAHAN PEPERIKSAAN KKQ 2014

MODUL KKQ 2014 TING 3 & 5

Nota Kerja Pendidikan Syariah Islamiyyah 5 Ibnu Sina 2014

Kemahiran al-Quran

Soalan KKQ Ting 1- 5

Pendidikan Al-Quran Sunnah

Pendidikan Syariah Islamiyyah Ting. 4 & 5

Pendidikan Islam Ting1 & Ting 2

Latih Tubi Bahasa Arab

Kajian Tindakan PAI

Rancangan Tahunan PI & PSI

Contoh Head Count dan Perancangan Strategik Pend. Syariah & B.Arab

Contoh Sasaran Kerja Tahunan SKT

Fail MAKDIS (Majlis Kegiatan Dakwah Islam Sekolah)

Contoh Pamplet Hari Kebesaran Islam

Sistem borang Claim

Kamus Jawi

Sofware

Koleksi Ceramah MP3 (New)

30 Nov 2010

Mengapa Poliandri Diharamkan


Budaya Arab sebelum kedatangan Islam mengenal apa yang disebut institusi pernikahan. Hanya, menurut Dr Najman Yasin, lembaga pernikahan ketika itu bukan sebuah institusi yang melulu mendatangkan maslahat, malah justru institusi yang sangat kental sifat jahiliyahnya. Masyarakat Arab sebelum Islam tidak menentukan aturan jelas soal poligami dan poliandri. Pria dan wanita bebas untuk melakukan poligami dan poliandri.

Masyarakat Arab sebelum Islam mengenal beberapa adat-istiadat yang serupa dengan pemahaman poliandri pada masyarakat modern. Yang paling dikenal dan sering dilakukan masyarakat Arab adalah jenis poliandri yang dikenal dengan nama : pernikahan istibda', pernikahan warisan dan pernikahan paceklik.

Pernikahan istibd� terjadi ketika suami memerintahkan isterinya bergaul dengan lelaki lain, sementara dalam masa itu suami tak akan menyentuh atau bercampur dengan sang istri. Suami menunggu saja apakah isterinya hamil atau tidak, setelah bergaul dengan lelaki yang diajukan olehnya. Seandainya isteri hamil, bila mau lelaki yang menggaulinya boleh menyuntingnya. Jika tak mau, sang isteri akan kembali pada suami lama, yang memerintahkan isterinya bergaul dengan lelaki yang dia ajukan sendiri.

Dalam pernikahan-warisan, anak lelaki mendapat warisan dari bapaknya dengan cara menikahi ibu kandungnya sendiri setelah sang bapak meninggal. Pada jaman modern ini, perbuatan yang juga dikutuk dalam drama mitologi Yunani Kuno Oedipus itu dikenal pula dengan istilah : incest.

Selain motif ekonomi yang mengemuka dalam pernikahan warisan, masyarakat Arab jahiliyah mengenal pula pernikahan paceklik. Dalam pernikahan paceklik suami menyuruh istrinya untuk menikah lagi dengan orang kaya, demi mendapatkan uang dan kebercukupan pangan. Pernikahan ini semata-mata dilakukan sebab ketidak-berdayaan ekonomi. Ironis dan sungguh hina, ketika setelah kaya perempuan itu pulang kembali pada suami lamanya.

Selain pernikahan istibda', pernikahan-warisan dan pernikahan-paceklik, masyarakat Arab jahiliyah juga mengenal aktivitas swinger atau tukar pasangan yang dikenal dengan sebutan pernikahan tukar guling. Pernikahan tukar guling ini dilakukan untuk bersenang-senang saja, dan adakalanya menampilkan ritual tertentu ketika si wanita hamil karena aktivitas swinger-nya. Ritual itu dilakukan untuk menentukan siapa ayah si anak yang dikandung atau terlahir dari rahimnya. Cara ritualnya ?

  1. Perempuan yang mempunyai suami lebih dari satu (mulai dari dua sampai sembilan orang), setelah hamil akan menentukan sendiri siapa suami dan bapak daripada anak yang dia kandung.

  2. Ketika perempuan melahirkan seorang anak, semua lelaki yang pernah menggaulinya duduk melingkari sang anak. Sang anak lalu dibiarkan berjalan atau merangkak seenak arah. Ketika ia berjalan mengarah ke salah seorang di antara mereka, maka siapa yang dihampiri itulah yang ditentukan sebagai bapak dari anaknya.

Andai Islam tak mengharamkan poliandri, barangkali apa yang pernah terjadi pada masyarakat jahiliyah dulu akan terjadi pada masa kini. Dengan diharamkannya poliandri jauh sejak berabad-abad lalu saja, aktivitas swinger maupun poliandri walaupun terselubung itu masih saja terjadi. Kasus perselingkuhan, kegiatan-kegiatan free sex yang banyak dilansir oleh mass media maupun buku (misalnya : Jakarta Underground-nya Moammar Emka) merupakan rujukan data yang tak terbantahkan, soal ada atau tidaknya aktivitas penyimpangan seksual yang menjerumuskan, mengorbankan dan merendahkan martabat kaum wanita itu. Dalam kasus pengharaman poliandri inilah makanya, kita mesti mengakui betapa hukum Islam telah sempurna memagari kemungkinan-kemungkinan buruk yang bakal menggusur umat manusia kedalam lumpur kenistaan.

__,_._,___

Tiada ulasan:

Solat Hajat Perdana 2011/1432

Majlis Khatam Al-Quran 1432

Tahsin al-Quran 2008 1

Tahsin al-Quran 2008 2

Kenangan Tahsin Al-Quran 2008

Marhaban SMKSA 2008 (Bacaan Rawi)

Mahrajan Kesenian Islam Peringkat Negeri Perak 2008

Interview Muhammad Ahmad Zahid

Naib Johan anti-Dadah Negeri Perak 2008

Nasyid Anti Dadah Kebangsaan 2008 - Perak (Soutul Imtiaz) [part1]

Jariah

Sekitar Kem Ibadah 2008 Bhgn 1

Kem ini telah diadakan pada hari Sabtu 19 Julai 2008 yang lalu. Bertujuan mendekatkan para pelajar kepada penghayatan Islam kepada Islam sebagai sebuah agama yang menjurus kepada ibadah.Bermula dari jam 7:30 sehingga 4:30 ptg. semoga pserta yang terlibat mendapat input yang baik dan memberi kesan kepada ibadah seharian mereka.

Sekitar Kem Ibadah 2008 Bhgn 2

Antara program yang dijalankan semasa Kem Ibadah ini adalah Celik al-Quran, klinik Solat,Ice Breaking dan Explore race.

Kelas Kemahiran al-Quran 2008

Sekitar gambar di MTQ Daerah Hilir Perak 2008

Sekitar Mahrajan Kesenian Islam Peringkat Negeri 2008

Sekitar Marhaban DiASTRO 2008

Satu Pertandingan Marhaban telah diadakan di Pusat membeli belah Jusco Ipoh. Pasukan Marhaban SMKSA telah menyertai pertandingan tersebut. oleh kerana persaingan yang begitu sengit pasukan SMKSA hanya mampu menduduki tempat ketiga dari enam pasukan yang bertanding. tahniah buat mereka. Semoga mereka terus maju dan berkembang dengan lebih pesat di masa akan datang.

Marhaban SMKSA

Nasyid SMKSA Perempuan

Nasyid SMKSA Lelaki

Kursus Pengurusan Jenazah 2007

Abd Al Basit Abd As Samad

KELAS KEMAHIRAN AL-QURAN SMKSA CHENDERONG BALAI