BAHAN PEPERIKSAAN KKQ 2014

MODUL KKQ 2014 TING 3 & 5

Nota Kerja Pendidikan Syariah Islamiyyah 5 Ibnu Sina 2014

Kemahiran al-Quran

Soalan KKQ Ting 1- 5

Pendidikan Al-Quran Sunnah

Pendidikan Syariah Islamiyyah Ting. 4 & 5

Pendidikan Islam Ting1 & Ting 2

Latih Tubi Bahasa Arab

Kajian Tindakan PAI

Rancangan Tahunan PI & PSI

Contoh Head Count dan Perancangan Strategik Pend. Syariah & B.Arab

Contoh Sasaran Kerja Tahunan SKT

Fail MAKDIS (Majlis Kegiatan Dakwah Islam Sekolah)

Contoh Pamplet Hari Kebesaran Islam

Sistem borang Claim

Kamus Jawi

Sofware

Koleksi Ceramah MP3 (New)

23 Apr 2008

Adab-adab Menuntut Ilmu

Adab-adab tersebut di antaranya adalah:

1. Ikhlas kerana Allah.
Hendaknya niat kita dalam menuntut ilmu adalah kerana Allah dan untuk negeri akhirat. Apabila seseorang menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan gelaran agar mendapatkan kedudukan yang tinggi atau ingin menjadi orang yang terpandang atau niat yang sejenisnya, maka Rasulullah telah memberi peringatan tentang hal ini dalam sabdanya :"Barangsiapa yang menuntut ilmu yang pelajari hanya karena Allah sedang ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan mata-benda dunia, ia tidak akan mendapatkan bau syurga pada hari kiamat".( hari: Ahmad, Abu,Daud dan Ibnu Majah

Tetapi kalau ada orang yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan syahadah (MA atau Doktor, misalnya) bukan kerana ingin mendapatkan dunia, tetapi kerana sudah menjadi peraturan yang tidak tertulis kalau seseorang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, segala ucapannya menjadi lebih didengarkan orang dalam menyampaikan ilmu atau dalam mengajar. Niat ini - insya Allah - termasuk niat yang benar.

2. Untuk menghilangkan kebodohan dirinya dan orang lain.
Semua manusia pada mulanya adalah bodoh. Kita berniat untuk meng-hilangkan kebodohan dari diri kita, setelah kita menjadi orang yang memiliki ilmu kita harus mengajarkannya kepada orang lain untuk menghilang kebodohan dari diri mereka, dan tentu saja mengajarkan kepada orang lain itu dengan berbagai cara agar orang lain dapat mengambil faedah dari ilmu kita.

Apakah disyaratkan untuk memberi manfaat pada orang lain itu kita duduk dimasjid dan mengadakan satu pengajian ataukah kita memberi manfa'at pada orang lain dengan ilmu itu pada setiap saat? Jawaban yang benar adalah yang kedua; karena Rasulullah bersabda :"Sampaikanlah dariku walupun cuma satu ayat (hari: Bukhari)Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain.

3. Berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at.
Sudah menjadi keharusan bagi para penuntut ilmu berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at. Kerana kedudukan syari'at sama dengan pedang kalau tidak ada seseorang yang menggunakannya ia tidak bererti apa-apa. Penuntut ilmu harus membela agamanya dari hal-hal yang menyimpang dari agama (bid'ah), sebagaimana tuntunan yang diajarkan Rasulullah. Hal ini tidak ada yang bisa melakukannya kecuali orang yang memiliki ilmu yang benar, sesuai petunjuk Al-Qor'an dan As-Sunnah.

4. Lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat.
Apabila ada perbedaan pendapat, hendaknya penuntut ilmu menerima perbedaan itu dengan lapang dada selama perbedaan itu pada persoalaan ijtihad, bukan persoalaan aqidah, karena persoalaan aqidah adalah masalah yang tidak ada perbedaan pendapat di kalangan salaf. Berbeda dalam masalah ijtihad, perbedaan pendapat telah ada sejak zaman shahabat, bahkan pada masa Rasulullah masih hidup. Karena itu jangan sampai kita menghina atau menjelekkan orang lain yang kebetulan berbeda pandapat dengan kita.

5. Mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.
Termasuk adab yang tepenting bagi para penuntut ilmu adalah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, karena amal adalah buah dari ilmu, baik itu aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Karena orang yang telah memiliki ilmu adalah seperti orang memiliki senjata. Ilmu atau senjata (pedang) tidak akan ada gunanya kecuali diamalkan (digunakan).

6. Menghormati para ulama dan memuliakan mereka.
Penuntut ilmu harus selalu lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan ulama. Jangan sampai ia mengumpat atau mencela ulama yang kebetulan keliru di dalam memutuskan suatu masalah. Mengumpat orang biasa saja sudah termasuk dosa besar apalagi kalau orang itu adalah seorang ulama.

7. Mencari kebenaran dan sabar
Termasuk adab yang paling penting bagi kita sebagai seorang penuntut ilmu adalah mencari kebenaran dari ilmu yang telah didapatkan. Mencari kebenaran dari berita berita yang sampai kepada kita yang menjadi sumber hukum. Ketika sampai kepada kita sebuah hadits misalnya, kita harus meneliti lebih dahulu tentang keshahihan hadits tersebut. Kalau sudah kita temukan bukti bahwa hadits itu adalah shahih, kita berusaha lagi mencari makna (pengertian ) dari hadits tersebut. Dalam mencari kebenaran ini kita harus sabar, jangan tergesa-gasa, jangan cepat merasa bosan atau keluh kesah. Jangan sampai kita mempelajari satu pelajaran setengah-setengah, belajar satu kitab sebentar lalu ganti lagi dengan kitab yang lain. Kalau seperti itu kita tidak akan mendapatkan apa dari yang kita tuntut.Di samping itu, mencari kebenaran dalam ilmu sangat penting karena sesungguhnya pembawa berita terkadang punya maksud yang tidak benar, atau barangkali dia tidak bermaksud jahat namun dia keliru dalam memahami sebuah dalil.Wallahu 'Alam.Dikutip dari " Kitabul ilmi" Syaikh Muhammad bin Shalih Al'Utsaimin (Abu Luthfi)

Tiada ulasan:

Solat Hajat Perdana 2011/1432

Majlis Khatam Al-Quran 1432

Tahsin al-Quran 2008 1

Tahsin al-Quran 2008 2

Kenangan Tahsin Al-Quran 2008

Marhaban SMKSA 2008 (Bacaan Rawi)

Mahrajan Kesenian Islam Peringkat Negeri Perak 2008

Interview Muhammad Ahmad Zahid

Naib Johan anti-Dadah Negeri Perak 2008

Nasyid Anti Dadah Kebangsaan 2008 - Perak (Soutul Imtiaz) [part1]

Jariah

Sekitar Kem Ibadah 2008 Bhgn 1

Kem ini telah diadakan pada hari Sabtu 19 Julai 2008 yang lalu. Bertujuan mendekatkan para pelajar kepada penghayatan Islam kepada Islam sebagai sebuah agama yang menjurus kepada ibadah.Bermula dari jam 7:30 sehingga 4:30 ptg. semoga pserta yang terlibat mendapat input yang baik dan memberi kesan kepada ibadah seharian mereka.

Sekitar Kem Ibadah 2008 Bhgn 2

Antara program yang dijalankan semasa Kem Ibadah ini adalah Celik al-Quran, klinik Solat,Ice Breaking dan Explore race.

Kelas Kemahiran al-Quran 2008

Sekitar gambar di MTQ Daerah Hilir Perak 2008

Sekitar Mahrajan Kesenian Islam Peringkat Negeri 2008

Sekitar Marhaban DiASTRO 2008

Satu Pertandingan Marhaban telah diadakan di Pusat membeli belah Jusco Ipoh. Pasukan Marhaban SMKSA telah menyertai pertandingan tersebut. oleh kerana persaingan yang begitu sengit pasukan SMKSA hanya mampu menduduki tempat ketiga dari enam pasukan yang bertanding. tahniah buat mereka. Semoga mereka terus maju dan berkembang dengan lebih pesat di masa akan datang.

Marhaban SMKSA

Nasyid SMKSA Perempuan

Nasyid SMKSA Lelaki

Kursus Pengurusan Jenazah 2007

Abd Al Basit Abd As Samad

KELAS KEMAHIRAN AL-QURAN SMKSA CHENDERONG BALAI